|
|
Band Tukang Cendol |
Kehadiran mereka segera memicu kemarahan kelompok musik
lainnya.mereka dicaci maki, dihujat sebagai kumpulan orang-orang kampung yang
tidak layak bermain musik. Mereka juga dikecam karena dianggap merusak selera
musik para pendengar.
Lebih jauh mereka dituduh menghancurkan citra musisi Indonesia .
Bahkan kelompok musik ini diancam akan dibunuh. Ancaman itu dikemas dalam
sebuah musik rap yang beredar di internet dan dari handphone ke handphone.
Syairnya membuat merinding siapa pun yang mendengarnya karena kasar dan kotor.
Mengapa band ini begitu dibenci oleh sebagian musisi? 'Kami
juga tidak tahu apa dosa kami,' ujar Dody, pemimpin kelompok musik yang menamakan
diri mereka Kangen Band ini.
Bagaimana dengan tudingan bahwa mereka adalah kumpulan tukang
jual cendol dan kuli bangunan yang tidak becus main? 'Mau bilang apa. Sebelum
bergabung dengan Kangen Band, saya memang jualan cendol,' ungkap Andika,
penyanyi band ini. 'Saya juga tidak pernah menyembunyikan fakta bahwa saya dulu
kuli bangunan dan kenek angkot,' Dody menambahkan.
Bahkan Dody mengaku tidak malu mengakui ayahnya seorang
tukang becak dan ibunya penjaja makanan keliling. 'Saya bangga pada ayah saya walau
dia hanya tukang becak. Dengan menarik becak dia mampu menyekolahkan empat
anaknya. Saya merasa malu kalau ayah saya rampok,' pemain gitar Kangen Band ini
mengaskan.
Lahirnya Kangen Band, menurut Dody, berawal dari kegiatan
mereka bermain musik di tempat penyewaan alat-alat band tempat mereka bekerja
sambilan. Dari situ Dody kemudian mulai menciptakan lagu. Sampai suatu hari
mereka nekad merekam lagu-lagu yang mereka ciptakan. 'Kita patungan. Andika
nyumbang dari hasil jualan cendol, Tama menjual gitarnya, akhirnya terkumpul
sejumlah uang dan kami rekam musik ciptaan kami di CD.'
Karena tidak tahu mau dijual ke mana, mereka kemudian
mengirimkan CD itu sebuah stasiun radio di Bandar Lampung, tempat asal mereka.
Ternyata lagu yang diputar di radio itu mendapat sambutan bagus. Walau pada
awalnya mereka terpaksa pura-pura menelepon radio tersebut bergantian untuk
meminta diputarkan lagu-lagu Kangen Band.
Popularitas lagu-lagu itu membuat para pembajak mulai
beraksi. Tak ayal lagu-lagu bajakan itu beredar luas sampai ke Jawa.
'Bayangkan, belum dijual saja sudah dibajak. Itu yang membuat
kami tertarik untuk merekam lagu-lagu mereka,' ujar Yusac dari perusahaan label
Warner Music Indonesia .
Hasilnya sungguh luar biasa. Dalam kurun waktu relatif singkat album pertama
Kangen Band laris dan bahkan menembus 300 ribu keping dan membuat mereka
mendapat penghargaan platinum.
'Mereka hadir pada saat yang tepat. Segmen lagu-lagu jenis
itu lagi kosong setelah jamannya The Mercys. Itu salah satu faktor mengapa
lagu-lagu Kangen Band bisa diterima pendengarnya,' ujar pengamat musik Bens
Leo. 'Tapi kalau mau bertahan mereka harus meningkatkan kualitas bermusik
mereka.'
Kangen Band boleh saja dikecam. Tapi anak-anak asal Lampung
ini sekarang semakin terkenal. Lagu-lagu mereka semakin banyak dinyanyikan para
penggemarnya. Terutama hit mereka 'Aku, Kau dan Dia' serta 'Selingkuh'.
Di Kick Andy orangtua para personil Kangen Band juga
bercerita tentang perasaan mereka setelah anak-anak mereka sekarang menjadi
orang terkenal. Termasuk bagaimana kehidupan ekonomi mereka mulai berubah.
'Dody minta saya tidak narik becak lagi. Dia bilang sekarang saatnya dia
membalas budi orangtua dari hasil bermain musik,' ujar Paijo, ayah Dody.
Semua itu tergantung Pilihan¹Dan Niat Masing Masing»¥c
0 komentar :
Posting Komentar