Berebut Cinta dengan Bandar Narkoba

Berebut Cinta dengan Bandar Narkoba


Dengan menyamar, memakai topi dan bersandal jepit, Ronny Pattinasarany menunggu di depan rumah bandar narkoba itu berjam-jam sampai subuh. Sementara di dalam rumah tersebut kedua putra tercintanya sedang memakai putau.

Sering hatinya tergoda untuk masuk dan membunuh bandar narkoba yang telah menghancurkan masa depan kedua anaknya. ''Tapi saya masih berpikir bagaimana jika kelompok mereka balas dendam terhadap anak-anak saya nanti?'' ujarnya. Maka mantan pemain sepakbola nasional tersebut mengurungkan niatnya itu.
Bertahun-tahun Ronny harus menahan pedih hatinya melihat Beny dan Yerry, terjerat narkoba. Sebagai ayah dia merasa bersalah karena selama ini membiarkan kedua anaknya itu tumbuh tanpa pengawasan dan bimbingan seorang ayah. Legenda sepakbola nasional ini memang kerap diminta menjadi pelatih di berbagai daerah sehingga lebih sering berada di luar kota selama berbulan-bulan.
Suatu ketika, anak nomor dua, Yerry, 'sakau' di depan Ronny. Dari situ mata Ronny terbuka bahwa kondisi anaknya sudah sangat parah. Dia lalu memutuskan untuk berhenti melatih dan mendampingi Yerry melalui saat-saat sulit melawan ketergantungan pada obat-obat maksiat itu. Bahkan jika Yerry sedang 'sakau' Ronny menemani sang anak ke bandar narkoba untuk beli putau. ''Kalau tengah malam dia sakau, dan saya tidak punya uang, saya peluk dia semalaman. Paginya saya cari pinjaman lalu sama-sama kami jalan ke rumah bandar.''
Itulah cara yang diyakini Ronny untuk perlahan-lahan membimbing Yerry kembali ke jalan yang benar. Tapi semua itu melalui perjuangan yang sungguh berat. Sebab Yerry berkali-kali jatuh ke lubang yang sama. Setelah 'sembuh', godaan untuk memakai lagi begitu kuat.
Belum selesai upaya untuk menyelamatkan Yerry, Beny sang kakak yang tadinya diminta Ronny untuk menjaga adiknya, ternyata justru ikut terjerat. ''Saya betul-betul hancur. Mengurus satu anak saja sudah berat sekali, apalagi dua-duanya kena,'' ungkap Ronny.
Akibat kecanduan, Beny dan Yerrys menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang guna membeli putau. Mulai dari mencuri uang ayah dan ibunya, lama-lama barang-barang di rumah ludes. Bahkan pernah ketika Ronny dan Stella sang istri sedang ke luar kota, Beny mengadakan 'open house' dengan mengundang teman-temannya dan menjual semua barang yang ada di rumah. ''Mau bayar berapa saja saya terima. Bahkan rice cooker yang masih ada nasinya juga saya jual,'' ungkap Beny. Setelah itu hampir sebulan dia tidak pulang.
''Beny dan Yerry waktu itu lebih sering tidur di rumah bandar. Mereka jarang pulang. Karena itu saya harus berebut cinta dengan bandar narkoba,'' ujar Ronny masgul.
Karena suka mencuri, Beny dan Yerry dikucilkan oleh keluarga besar Ronny dan Stella. Bahkan Yerry yang depresi pernah mencoba bunuh diri dengan menenggak racun serangga.
Ronny juga pernah harus menahan malu dan pedih ketika dia dan Yerry diteriaki ''maling'' ketika datang ke sekolah Yerry. Pasalnya teman-teman sekolah menuduh Yerry mencuri uang salah satu murid.
Kali ini Kick Andy mengangkat kisah perjuangan Ronny Pattinasarany dan Stella untuk menyelamatkan kedua putra mereka dari jerat narkoba. Di ujung acara, Ronny dan Stella berurai airmata ketika Beny dan Yerry mengembalikan sebuah benda milik kedua orangtuanya yang dulu pernah mereka curi dan jual.

Semua itu tergantung Pilihan¹Dan Niat Masing Masing»¥c

0 komentar :

Posting Komentar

REASON MONOTON
Copyright@2013: clip4g.blogspot.com.com
Share
Like

Copyright © 2012 by Game Di Dong