|
|
Demi Bumi, Demi Kita |
Anggapan sebagai orang gila begitu lekat dalam diri H.
Chaerudin alias Bang Idin. Bagaimana tidak. Untuk mewujudkan mimpinya
menghijaukan daerah bantaran Kali
Pesanggrahan , ia
berani bersitegang dengan orang gedongan yang notabene para pejabat, yang
tinggal di kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus. Bang Idin pun nekad menyusuri
kali pesanggrahan hanya dengan rakit pelepah pisang selama lima hari enam malam, guna melihat kondisi
sungai yang saat itu penuh dengan sampah dan berwarna hitam. Bagi Bang Idin,
upaya penyelamatan Kali Pesanggrahan ini harus didasari dengan pemahaman.
Karena menurutnya, orang yang pahamlah yang akan mengerti betapa pentingnya
sebuah upaya konservasi lingkungan.
Bukan hanya Bang Idin yang terpanggil untuk menyelamatkan
nasib bumi ini. Pak Salam, punya cara lain. Dengan prinsip menjadikan sampah sebagai
sahabat, Pak Salam membuka Kedai Daur Ulang. Kedai Daur Ulang milik Pak Salam
ini menerima sampah-sampah kertas untuk kemudian diolah menjadi barang-barang
seperti kertas daur ulang lokal, kerajinan tangan, boks-boks, frame foto, dsb.
Yang menarik adalah Kedai Daur Ulang sudah mempunyai langganan
perusahaan-perusahaan yang ingin membuang sampah kertasnya untuk menjadi
sesuatu yang lebih berguna.
Dari Surabaya, ada Maria Joanni yang meski baru berusia 10
tahun namun sudah memikirkan pentingnya kelestarian alam untuk anak cucu kelak.
Joanni yang masih duduk di kelas lima SD ini begitu kritis terhadap penggunaan
barang yang mengandung bahan perusak ozon. Saking kritisnya, Joanni pernah
melakukan protes kepada panitia sebuah acara berlingkup nasional yang
memberinya konsumsi dengan pembungkus sterefoam. ”Pembungkus sterefoam kan
tidak ramah ozon, makanya aku menolak,” ujar Joanni yang mengaku sering pula
tidak jadi makan di restoran kalau kemasannya menggunakan sterefoam.Karena
keberanian serta sikap kritisnya tersebut, Joanni mendapat penghargaan sebagai
Pahlawan Ozon atau Ozone Hero dari Klub Tunas Hijau.
Klub Tunas Hijau sendiri, merupakan klub yang beranggotakan
anak-anak dan remaja yang mencintai dan peduli akan keselamatan lingkungan.
Klub yang dimotori oleh Muchamad Zamroni dan kawan-kawan ini memilki berbagai
program dan karya, seperti membuat komik-komik bertemakan lingkungan serta
menciptakan permainan ular tangga yang juga bertemakan lingkungan. Bahkan
permainan ular tangga karya Klub Tunas Hijau ini selain diadopsi oleh Badan PBB
UNEP, juga sudah dibuat dalam versi tiga bahasa.
Bentuk peduli lingkungan lainnya, diekspresikan pula oleh
Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB dengan rencana menggelar Anti Plastic
Bag Campaign pada Februari mendatang. Anti tas plastik dipilih sebagai tema
kampanye, karena Bandung yang dulu dikenal sebagai kota kembang kini justru
tengah bertarung dengan masalah sampah. Dari timbunan sampah yang menggunung di
beberapa sudut kota Bandung, menurut salah satu panitia, Bunga Mentari, sampah
plastiklah yang paling banyak jumlahnya. Padahal, dampak limbah plastik yang
sulit terurai itu merupakan salah satu penyumbang besar adanya pengrusakan
lingkungan.
Kick Andy kali ini juga mengangkat kisah para pemenang film
dokumenter yang diselenggarakan oleh The Body Shop dan Dewan Kesenian Jakarta. Ada sekelompok anak SMU
yaitu Joan Kartini Rossi, Amalia Sekartaji dan M. Rezky Afriza yang melalui
film bertajuk UTOPIA mengkritisi semakin langkanya Ruang Terbuka Hijau di
Jakarta lantaran tergerus oleh pembangunan gedung-gedung bertingkat dan
mal-mal. Sementara itu, M Iskandar Tri Gunawan dalam filmnya KERETA ANGIN
SAHABAT BUMI mengangkat komunitas pekerja bersepeda atau Bike To Work yang
mengkampanyekan penggunaan kembali sepeda sebagai kendaraan yang ramah
lingkungan. Namun sayang, selama ini sepeda masih dianggap sebagai kasta
terendah.
Last but not least, Slamet Waluyo yang juga terpanggil untuk
ikut peduli terhadap kelestarian lingkungan melalui koleksi-koleksi kaos bekas.
Meski kerap dimarahi oleh sang istri, Slamet tetap menjalani hobinya berburu
kaos bekas bergambar ataupun bertuliskan pesan lingkungan yang kemudian
dibingkainya menjadi sebuah karya sederhana namun penuh makna.
Semua itu tergantung Pilihan¹Dan Niat Masing Masing»¥c
0 komentar :
Posting Komentar