|
|
Mencari Akar di Luasnya Dunia |
Kiyati lahir dari keluarga miskin di sebuah desa di
Salatiga, Jawa Tengah. Akibat tekanan ekonomi, pada usia 14 hari orangtua
Kiyati mengijinkan bayi yang masih merah itu diadopsi oleh keluarga Joseph
List, asal Jerman.

Ketika keluarga List kembali ke negara mereka, Kiyati dibawa
serta. Pada saat itu usianya baru empat bulan. Sejak saat itulah Kiyati tumbuh
dan bersekolah di Jerman.
Sampai pada suatu hari ayah dan ibu angkatnya mengungkapkan
bahwa Kiyati -- yang warna kulit dan postur tubuhnya berbeda dengan saudaranya
yang lain -- memang bukan anak kandung keluarga List.
'Waktu itu saya sudah merasa adanya perbedaan fisik. Karena
itu saya tidak terkejut waktu dibilang saya bukan anak kandung mereka,' tutur
Kiyati. Tapi sejak itu ada dorongan yang kuat dalam dirinya untuk bertemu
orangtua kandungnya nun di sebuah negara bernama Indonesia .
Pada usianya yang keempat belas ayah dan ibu angkatnya mengajak
Kiyati ke Indonesia
untuk bertemu dengan orangtua kandungnya. Tapi waktu itu Kiyati mengaku secara
mental dia belum siap. Selain usianya yang masih relatif muda, saat itu dia
sama sekali tidak bisa berkomunikasi dengan sang ibu. Bahasa mereka berbeda.
Kiyati dibesarkan dengan bahasa pengantar Jerman dan Inggris. Kiyati sama
sekali tidak paham bahasa Indonesia .
Sejak pertemuan yang dirasakan Kiyati 'aneh dan canggung'
itu, Kiyati brtekad suatu hari kelak, jika dia sudah lebih siap, dia akan
kembali mencari dan bertemu kedua orangtuanya.
Maka, saat usianya menapak 32 tahun, Kiyati merasa lebih siap
untuk bertemu orangtuanya, terutama ibu yang telah melahirkannya. Supaya bisa
berkomunikasi, Kiyati mulai belajar bahasa Indonesia ,
termasuk belajar tari-tarian Bali .
Kisah perjalanan Kiyati untuk bertemu sang ibu inilah yang
kali ini diangkat oleh Kick Andy. Hari-hari menjelang pertemuan, Kiyati tampak
gugup. Apalagi ketika melihat gambar sang ibunda yang diambil oleh tim Kick
Andy yang datang ke desa sang ibu. Mata Kiyati berkaca-kaca. Di rekaman itu
tampak sang ibunda yang baru pulang bekerja sebagai buruh tani dengan pakaian
lusuh. Juga terlihat kondisi rumahnya yang menggambarkan keadaan ekonomi sang
ibu. Kondisi yang sangat kontras dengan kehidupan Kiyati di Jerman.
Ayah kandung Kiyati sudah tiada. Ibunya menikah lagi dan
memiliki anak. Di rekaman itu sang ibu menyatakan keinginanya untuk bertemu
Kiyati, buah hatinya yang selama ini dirindukannya.
Kiyati mengaku secara mental kali ini dia sudah lebih siap untuk
bertemu sang ibu. 'Saya sudah tidak sabar ingin bertemu ibu,' ujarnya. Menurut
rencana, Kiyati akan ke desa sang ibu di Salatiga untuk pertemuan yang sudah
dirancang jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi bagaimana reaksinya ketika tanpa
terduga tiba-tiba sang ibunda tercinta muncul di studio Metro TV? Pertemuan
antara ibu dan anak yang sejak kecil terpisahkan oleh benua itu sungguh
mengharukan.
Kick Andy juga mengangkat kisah luar biasa tentang Rene, yang
secara tidak sengaja mengetahui dirinya bukan anak ayah yang selama ini
dikenalnya. Sejak kecil Rene tahu bahwa ayah yang selama ini dikenal sebagai
ayahnya ternyata bukan ayah kandungnya. Sampai suatu ketika, saat belajar
tentang hukum Mendel di sekolah, Rene menemukan ketidakcocokan antara golongan
darahnya dan golongan darah orangtuanya. Awalnya dia menduga hukum Mendel yang
salah. Tapi belakangan Rene curiga dia anak adopsi. Apalagi setiap kali meminta
akta kelahirannya, sang ibu selalu menghindar.
Suatu ketika, sang ibu harus berpisah dengan ayah tercinta.
Pada saat itulah ibunya baru mengungkapkan bahwa Rene bukan anak kandung sang
ayah. Rene sebenarnya buah hati sang ibu dengan pria Filipina yang dulu menjadi
suaminya.
Atas dorongan keluarga, pada usia ke 28, bermodal informasi
yang terbatas, Rene berangkat ke Filipina. Setelah melalui perjalanan
berliku-liku, akhirnya Rene bertemu sang ayah, yang juga sudah sangat
merindukannya.
Bagaimana perasaan cinta Rene kepada ayahnya sekarang setelah
bertemu ayah kandungnya? 'Saya senang bertemu ayah kandung. Saya mencintainya.
Tapi jika saya harus mengisi sebuah kolom untuk nama ayah, saya akan tulis nama
ayah angkat saya. Karena dia sudah saya anggap ayah sendiri. Sejak kecil dia
menanamkan nilai-nilai dalam diri saya,' ujar Rene.
Sang ayah, yang mendengar ucapan Rene melalui telepon,
mengaku terharu dan bangga. 'Sejak kecil saya juga sudah menganggap dia anak
sendiri,' ujar Singgih, sang ayah.
Episode Kick Andy yang penuh haru, yang memotret cinta yang
tidak ternilai antara anak dan orangtua.
Semua itu tergantung Pilihan¹Dan Niat Masing Masing»¥c
0 komentar :
Posting Komentar