|
Setelah lulus kuliah maunya
sih langsung kerja, tapi setelah berburu sekian banyak pekerjaan di
sekian banyak perusahaan, kok tetap saja masih menganggur. Nah, berikut
ini ada tips-tips bagaimana agar kita tidak hanya berburu pekerjaan,
tetapi juga menjadi orang yang diburu oleh perusahaan.
Jangan Cuma Sekolah
Saja
Walau banyak perusahaan menjadikan indeks prestasi sebagai kriteria
utama, tetap saja tidak bisa menjadi bahan penilaian kepiawaian kerja.
Sebaliknya banyak data menunjukkan bahwa mereka yang lulus dengan IP
rata-rata tinggi justru canggung saat mulai bekerja.
Seperti yang di utarakan oleh seorang HRO dari salah satu perusahaan
BUMN, banyak sekali karyawan di perusahaan tersebut yang memiliki IP
tinggi ketika lulus kuliah, tapi mereka dinilai kurang mampu untuk
bekerja dalam tim, menjadi pemimipin, dan kurang dapat beradaptasi
terhadap tugas maupun lingkungan sosial dengan cepat. Dampaknya adalah
banyak dari mereka yang sebenarnya pintar tetapi karirnya kurang
berkembang bahkan di PHK.
Jadi, jangan cuma berkutat dalam kelas dan perpustakaan saja.
Manfaatkan sarana latihan di kampus maupun diluar kampus sebanyak
mungkin. Ikuti kegiatan-kegiatan kemahasiswaan atau seminar dan
workshop yang dapat meningkatkan kepercayaan diri, melatih kemampuan
berorganisasi, teamwork , leadership , komunikasi,
presentasi dan adaptasi.
Kerja Praktek Itu
Manis Buahnya
Praktek kerja lapangan, on job training, magang, kerja paruh waktu
atau tenaga lepas adalah pengalaman yang tak ternilai harganya. Jangan
berpikir imbalan, tapi serap sebanyak mungkin ilmu yang terhampar di
dekitar kita. Dari pengalaman ini kita bisa banyak melihat, mendengar,
merasakan dan melibatkan diri dalam dunia kerja. Kita akan tahu apa
artinya offering letter , job description , delegating
, negotiation , deadline dan banyak lainnya.
Dengan mengikuti kerja praktek, maka semakin baik persiapan berburu
kerja.
Pilah Pilih Sejak
Hari Ini
Sejak awal cobalah untuk melakukan segmentasi minat bidang kerja.
Pilih beberapa jenis pekerjaan dan beberapa jenis industri yang paling
diminati dan Anda yakin mampu menjalaninya saat bekerja tiba nanti.
Jangan asal mengirim lamaran ke semua lowongan pekerjaan yang ada.
Dengan pilihan yang terbatas, langkahpun kian fokus. Lihatlah diri
Anda, sudahkah Anda mengenali diri sendiri: kelebihan, kemampuan,
kekuatan, kelemahan dan hambatan diri Anda. Bila Anda ingin terjun
sebgai Publik Relation, coba perhatikan kepribadian diri sendiri:
introvert atau ekstrovert? Jangan paksakan diri kalau Anda seorang yang
pemalu, pendiam dan tidak suka banyak bicara.
Ingat, bekal yang dimiliki tak harus datang dari bangku kuliah.
Contohnya, Nina kuliah dibidang teknik tetapi karena ketelatenannya
mengikuti kursus bahasa inggris hingga tingkat mahir, ia diterima kerja
di sebuah bank nasional sebagai letter of credit staff (menangani
dokumen export-import).
Coba Saluran Baru
Coba pakai cara-cara baru untuk mendapatkan informasi dan pekerjaan.
Jangan hanya mengandalkan satu saluran saja, hanya lowongan koran
misalnya. Ikutilah job fair , dan job presentation .
Seringkali perusahaan juga menempelkan pengumuman lowongan di
kampus-kampus. Jadi, sering-seringlah melihat pengumuman di SAC-ITS,
JPC-Unair, CAC-Ubaya dan kampus lainnya. Buka berbagai website tentang job
hunting dan career development atau gunakan jasa head
hunter / pemburu tenaga kerja jika memungkinkan. Pakai sebanyak
mungkin saluran.
Cermati Posisi yang
Ditawarkan
Bila kita baca iklan lowongan pekerjaan di koran, akan kita jumpai
posisi dengan istilah-istilah yang asing ditelinga. Hal ini dapat
membuat terjadi salah persepsi diantara pencara kerja. Apakah program
director di sebuah radio swasta setingkat dengan direktur keuangan
atau sekedar pengarah program saja? Apakah account officer di
bank, account executive di biro iklan dan accountant staff
memiliki tugas yang sama? Dan apa pula procurement staff ?
Tidak semua nama jabatan / posisi mencerminkan pekerjaan sebenarnya.
Jadi, jangan terpengaruh dengan nama jabatan atau posisi yang glamor,
sebelum tahu maksud dan tugas dari posisi tersebut.
Ok, jadilah orang yang mampu melihat dan memanfaatkan peluang yang
ada, manfaatnya mungkin belum dapat dirasakan sekarang, namun pasti
akan terpakai nantinya. Sukses!!
Source : Kosmopolitan Collector*s Edition
Edited by :
Ike Dwiastuti (ike_sac@its.ac.id)
Bagian Psikologi & Konseling SAC – ITS
Buka setiap hari Senin – Jumat, jam 09.00 – 16.00
|
0 komentar :
Posting Komentar