|
Teori Motivasi |
Motivasi dapat diartikan
sebagai factor pendorong yang berasal dalam diri manusia, yang akan
mempengaruhi cara bertindak seseorang. Dengan demikian, motivasi kerja akan
berpengaruh terhadap performansi pekerja.
Menurut Hilgard dan Atkinson, tidaklah
mudah untuk menjelaskan motifasi sebab :
- Pernyataan motif antar orang adalah tidak sama, budaya yang berbeda akan menghasilkan ekspresi motif yang berbeda pula.
- Motif yang tidak sama dapat diwujudkan dalam berbagai prilaku yang tidak sama.
- Motif yang tidak sama dapat diekspresikan melalui prilaku yang sama.
- Motif dapat muncul dalam bentuk-bentuk prilaku yang sulit dijelaskan
- Suatu ekspresi prilaku dapat muncul sebagai perwujudan dari berbagai motif.
Berikut ini dikemukakan
uraian mengenai motif yang ada pada manusia sebagai factor pendorong dari
prilaku manusia.
- Motif Kekuasaan
Merupakan kebutuhan
manusia untuk memanipulasi manusia lain melalui keunggulan-keunggulan yang
dimilikinya. Clelland menyimpulkan bahwa motif kekuasaan dapat berfifat negatif
atau positif. Motif kekuasaan yang bersifat negatif berkaitan dengan kekuasaan
seseorang. Sedangkan motif kekuasaan yang bersifat positif berkaitan dengan
kekuasaan social (power yang dipergunakan untuk berpartisipasi dalam mencapai
tujuan kelompok).
- Motif Berprestasi
Merupakan keinginan
atau kehendak untuk menyelesaikan suatu tugas secara sempurna, atau sukses
didalam situasi persaingan (Chelland). Menurut dia, setiap orang mempunyai
kadar n Ach (needs for achievement) yang berlainan. Karakteristik seseorang
yang mempunyai kadar n Ach yang tinggi (high achiever) adalah :
- Risiko moderat (Moderate Risks) adalah memilih suatu resiko secara moderat
- Umpan balik segera (Immediate Feedback) adalah cenderung memilih tugas yang segera dapat memberikan umpan balik mengenai kemajuan yang telah dicapai dalam mewujudkan tujuan, cenderung memilih tugas-tugas yang mempunyai criteria performansi yang spesifik.
- Kesempurnaan (accomplishment) adalah senang dalam pekerjaan yang dapat memberikan kepuasaan pada dirinya.
- Pemilihan tugas adalah menyelesaikan pekerjaan yang telah di pilih secara tuntas dengan usaha maiksimum sesuai dengan kemampuannya.
· Motif Untuk
Bergabung
Menurut Schachter motif
untuk bergabung dapat diartikan sebagai kebutuhan untuk berada bersama orang
lain. Kesimpulan ini diperoleh oleh Schachter dari studinya yang mempelajari
hubungan antara rasa takut dengan kebutuhan berafiliansi.
- Motif Keamanan (Security Motive)
Merupakan kebutuhan untuk
melindungi diri dari hambatan atau gangguan yang akan mengancam keberadaannya.
Di dalam sebuah perusahaan misalnya, salah satu cara untuk menjaga agar para
karyawan merasa aman di hari tuanya kelak, adalah dengan memberikan jaminan
hari tua, pesangon, asuransi, dan sebagainya.
- Motif Status (Status Motive)
Merupakan kebutuhan
manusia untuk mencapai atau menduduki tingkatan tertentu di dalam sebuah
kelompok, organisasi atau masyarakat. Parsons, seorang ahli sosiologi
menyimpulkan adanya beberapa sumber status seseorang yaitu :
- Keanggotaan di dalam sebuah keluarga. Misalnya, seorang anggota keluarga yang memperoleh status yang tinggi oleh karena keluarga tersebut mempunyai status yang tinggi di lingkungannya.
- kualitas perseorangan yang termasuk dalam kualitas perseorangan antara lain karakteristik fisik, usia, jenis kelamin, kepribadian.
- Prestasi yang dicapai oleh seseorang dapat mempengaruhi statusnya. Misalnya, pekerja yang berpendidikan, berpengalaman, mempunyai gelar, dsb.
- Aspek materi dapat mempengaruhi status seseorang di dalam lingkungannya. Misalnya, jumlah kekayaan yang dimiliki oleh seseorang.
- Kekuasaan dan kekuatan (Autoriry and Power). Dalam suatu organisasi, individu yang memiliki kekuasaan atau kewenangan yang formal akan memperoleh status yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu-individu yang ada di bawahnya.
Selain
dari teori-teori di atas, Teori Motivasi itu juga dapat dirumuskan kembali
menjadi 3 kelompok, yaitu :
- Teori Kepuasan ( Content Theory )
- Teori Proses ( Process Theory )
- Teori Pengukuhan ( Reinforcement Theory )
A. Teori Kepuasan
( Content Theory )
Pada dasarnya Teori ini lebih didekatkan
pada factor – factor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkannya
bertindak dan berperilaku dengan cara tertentu. Hal yang memotivasi semangat
bekerja seseorang adalah untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan material maupun
nonmaterial yang diperolehnya dari hasil pekerjaannya. Jika kebutuhan dan
kepuasannya semakin terpenuhi maka semangat kerjanya pun akan semakin baik
pula. Jadi pada kesimpulannya, seseorang akan bertindak (bersemangat bekerja)
untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan (Inner Needs) dan kepuasannya.
Misalnya mahasiswa A ingin lulus dengan IPK 3,8. Dia akan terdorong untuk lebih
giat belajar dibandingkan dengan mahasiswa B yang ingin lulus dengan IP 2,8.
Teori kepuasan
(Content Theory) ini banyak dikenal antara lain :
- Teori Motivasi klasik oleh F.W. Taylor.
- Maslow’s Need Hierarchy Yheory (A Theory of Human Motivation) oleh A.H. Maslow.
- Herzberg’s Two Factor Theory oleh Frederick Herzberg.
- Mc. Clelland’s Achievement Motivation Theory oleh Mc.Clelland.
- Existence, Relatedness and Growth (ERG) Yheory oleh Alderfer.
- Teori Motivasi Human Relations
- Teori Motivasi Claude S. George
1. Teori Motivasi Klasik
Teori ini dikemukakan oleh Frederik Winslow Taylor. Menurutnya, motivasi
para pekerja itu hanya untuk dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan biologis
saja. Sedangkan kebutuhan biologis itu sendiri adalah kebutuhan yang diperlukan
untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang.
2. Maslow’s Need Hierarchy Theory
Teori ini dikemukakan oleh A.H. Maslow tahun 1943. Teori ini juga merupakan
kelanjutan dari Human Science Theory Elton Mayo (1880-1949) yang
menyatakan bahwa kebutuhan dan kepuasaan seseorang itu jamak yaitu kebutuhan
biologis dan psikologis berupa material dan nonmaterial.
Dasar Maslow’s Need Hierarchy Theory :
- Manusia adalah makhluk sosial yang berkeinginan. Ia selalu menginginkan lebih banyak. Keinginan ini terus menerus, baru berhenti jika akhir hayatnya tiba.
- Suatu kebutuhan yang telah dipuaskan tidak menjadi alat motivasi bagi pelakunya, hanya kebutuhan yang belum terpenuhi yang menjadi alat motivasi.
Ada beberapa macam kebutuhan, antara lain
:
-
Physiological Needs
Physiological
Needs (kebutuhan fisik = biologis) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk
mempertahankan kelangsungan hidup seseorang, seperti makan, minum, udara,
perumahan dan lain-lainnya. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan fisik ini
merangsang seeorang berperilaku dan bekerja giat.
-
Safety and Security needs
Safety
and Security needs (keamanan dan keselamatan) adalah kebutuhan akan
keamanan dari ancaman, yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dan
keselamatan dalam melakukan pekerjaan.
-
Affiliation or Acceptance Needs
Affiliation
or Acceptance Needs adalah kebutuhan sosial, teman, dicintai dan mencintai
serta diterima dalam pergaulan kelompok karyawan dan lingkungannya. Karena
manusia adalah makhluk sosial, sudah jelas ia menginginkan kebutuhan-kebutuhan
social.
-
Esteem or Status or Egoistic Needs
Esteem
or Status or Egoistic Needs adalah kebutuhan akan penghargaan diri,
pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat
lingkungannya. Prestise dan status dimanifestasikan oleh banyak hal yang
digunakan sebagai simbol status. Misalnya, memakai dasi untuk membedakan
seorang pimpinan dengan anak buahnya dan lain-lain.
-
Self Actuallization
Self
Actuallization adalah kebutuhan aktualisasi diri dengan menggunakan
kecakapan, kemampuan, ketrampilan, dan potensi optimal untuk mencapai prestasi
kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain.
Kebutuhan aktualisasi diri berbeda dengan kebutuhan lain dalam dua hal, yaitu :
1. Kebutuhan
aktualisasi diri tidak dapat dipenuhi dari luar. Pemenuhannya hanya berasarkan
keinginan atas usaha individu itu sendiri.
2. Aktualisasi
diri berhubungan dengan pertumbuhan seorang individu. Kebutuhan ini berlangsung
terus-menerus terutama sejalan dengan meningkatkan jenjang karier seorang
individu.
Dari uraian di atas,
Maslow’s Need Hierarchy Theory ini mempunyai kebaikan dan kelemahan, sebagai
berikut :
Kebaikannya:
- Teori ini memberikan informasi bahwa kebutuhan manusia itu jamak (material dan nonmaterial) dan bobotnya bertingkat-tingkat pula.
- Manajer mengetahui bahwa seseorang berperilaku atau bekerja adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan (material dan nonmaterial) yang akan memberikan kepuasaan baginya.
- Kebutuhan manusia itu berjenjang sesuai dengan kedudukan atau sosial ekonominya. Seseorang yang berkedudukan rendah (sosial ekonomi lemah)cenderung dimotivasi oleh material, sedang orang yang berkedudukan tinggi cenderung dimotivasi oleh nonmaterial.
- Manajer akan lebih mudah memberikan alat motivasi yang paling sesuai untuk merangsang semangat bekerja bawahannya.
Kelemahannya :
Menurut
teori ini kebutuhan manusia itu adalah bertingkat-tingkat atau hierarkis,
tetapi dalam kenyataannya manusia menginginkan tercapai sekaligus dan kebutuhan
itu merupakan siklus, seperti lapar-makan-lapar lagi-makan lagi dan seterusnya.
3. Herzberg’s Two Factors Teory
Teori Motivasi Dua Faktor atau Teori Motivasi Kesehatan atau Faktor Higienis.
Menurut teori ini motivasi yang ideal yang dapat merangsang usaha adalah
peluang untuk melaksanakan tugas yang lebih membutuhkan keahlian dan peluang
untuk mengembangkan kemampuan. Ada 3 hal penting berdasarkan penelitian
Herzberg yang harus diperhatikan dalam motivasi bawahan yaitu :
1. Hal-hal
yang mendorong karyawan adalah pekerjaan yang menantang yang mencakup perasaan
untuk berprestasi, bertanggung jawab, kemajuan dapat menikmati pekerjaan itu
sendiridan adanya pengakuan atas semuanya itu.
2. Hal-hal
yang mengecewakan karyawan adalah terutama faktor yang bersifat embel-embel
saja pada pekerjaan, peraturan pekerjaan, penerangan, istirahat, sebutan
jabatan, hak, gaji, tunjangan, dan lain-lain.
3. Karyawan
kecewa, jika peluang untuk berprestasi terbatas. Mereka akan menjadi sensitif
pada lingkungannya serta mulai mencari-cari kesalahan.
Herzberg menyatakan bahwa
orang dalam melaksanakan pekerjaannya dipengaruhi oleh dua faktor yang
merupakan kebutuhan, yaitu :
a. Maintenance Factors
Adalah faktor-faktor
pemeliharaan yang berhubungan dengan hakikat manusia yang ingin memperoleh
ketentraman badaniah. Kebutuhan kesehatan ini merupakan kebutuhan yang
berlangsung terus-menerus, karena kebutuhan ini akan kembali pada titik nol
setelah dipenuhi.
b. Motivation Factors
Adalah faktor motivator yang menyangkut kebutuhan
psikologis seseorang yaitu perasaan sempurna dalam melakukan pekerjaan. Factor
motivasi ini berhubungan dengan penghargaan terhadap pribadi yang berkaitan
langsung denagn pekerjaan.
4. Mc. Clelland’s Achievment
Motivation Theory
Mc. Clelland’s achievment Motivation Theory atau Teori Motivasi
Prestasi dikemukakan oleh David Mc.Clelland. Teori ini berpendapat bahwa
karyawan mempunyai cadangan energi potensial. Energi ini akan dimanfaatkan oleh
karyawan karena didorong oleh kekuatan motif dan kebutuhan dasar yang terlibat,
harapan keberhasilannya, dan nilai insentif yang terlekat pada tujuan.
Mc. Clelland mengelompokan 3 kebutuhan manusia yang dapat memotivasi gairah
bekerja seseorang, yaitu :
-
Kebutuhan akan Prestasi ( Need for Achievment )
-
Kebutuhan akan Afiliasi ( Need for Affiliation )
-
Kebutuhan akan Kekuasaan ( Need for Power )
5. ERG Theory Alderfer
Existence, relatednes, and Growth ( ERG ) Theory ini dikemukakan
oleh Clayton Alderfer seorang ahli dari Yale University. Teori ini juga
merupakan penyempurnaan dari teori kebutuhan yang dikemukakan oleh A.H. Maslow.
Alderfer mengemukakan bahwa ada 3 kelompok kebutuhan yang utama, yaitu :
- Kebutuhan akan Keberadaan ( Existence Needs ), berhubungan dengankebutuhan dasar termasuk didalamnya Physiological Needs dan Safety Needs dari Maslow.
- Kebutuha akan Afiliasi ( Relatedness Needs ), menekankan akan pentingnya hubungan antar-individu ( interpersonal relationship ) dan bermasyarakat ( social relationship ).
- Kebutuhan akan Kemajuan ( Growth Needs ), dalah keinginan intrinsik dalam diri seseorang untuk maju atau meningkatkan kemampuan pribadinya.
6. Teori Motivasi Human Relations
Teoori ini lebih mengutamakan pada hubungan seseorang dengan lingkungannya.
Menurut teori ini seseorang akan berprestasi baik, jika ia diterima dan diakui
dalam pekerjaannya dan lingkungannya. Teori ini juga menekankan peranan aktif
pimpinan organisai dalm memelihara hubungan dan kontak-kontak pribadi denga
bawahannya yang dapat membangkitkan gairah kerja.
7. Teori Motivasi Claude S. George
Teori ini menyatakan bahwa seseorang mwmpunyai kebutuhan yang berhubungan
dengan tempat dan suasana di lingkungan bekerjanya, yaitu :
- upah yang layak
- kesempatan untuk maju
- pengakuan sebagai individu
- keamanan bekerja
- tempat kerja yang baik
- penerimaan oleh kelompok
- perlakuan yang wajar
- pengakuan atas prestasi
B.
Teori Proses ( Process Theory )
Teori proses ini pada dasarnya berusaha untuk menjawab pertanyaan, bagaimana
menguatkan, mengarahkan, memelihara, dan menghentikan perilaku individu, agar
setiap individu bekerja giat sesuai dengan keinginan manajjer. Teori ini juga
merupakan proses sebab dan akibat bagaimana seseorang bekerja serta hasil apa
yang akan diperolehnya. Jadi hasil yang dicapai tercermin dalam bagaimana
proses kegiatan yang dilakukan seseorang. Bisa dikatakan bahwa hasil hari ini
merupakan kegiatan hari kemarin. Teori Proses ini, dikenal atas :
- Teori Harapan ( Expectancy Theory )
Teori ini dikemukakan
oleh Victor H. Vroom yang menyatakan bahwa kekuatan yang memotivasi seseorang
untuk bekerja giat dalam mengerjakan pekerjaannya tergantung dari hubungan
timbal balik antara apa yang diinginkan dan dibutuhkan dari hasil pekerjaan
itu.
Teori
harapan ini didasarkan atas :
1. Harapan
(Expectancy), adalah suatu kesempatan yang diberikan akan terjadi karena
perilaku.
2. Nilai
(Valence) adalah akibat dari perilaku tertentu mempunyai nilai /
martabat tertentu (daya/nilai motivasi) bagi setiap individu yang bersangkutan.
3. Pertautan
(Instrumentality) adalah persepsi dari individu bahwa hasil tingkat
pertama akan dihubungkan dengan hasil tingkat kedua.
- Teori Keadilan (Equaty Theory)
Keadilan merupakan daya
penggerak yang memotivasi semagat kerja seseorang, jadi atasan harus bertindak
adil terhadap setiap bawahannya. Penilaian dan pengakuan mengenai perilaku
bawahan harus dilakukan secara objektif..
C. Teori Pengukuhan
(Reinforcement Theory)
Teori ini didasarkan atas hubungan sebab dan akibat dari perilaku dengan
pemberian konpensasi. Misalnya promosi seorang karyawan itu tergantung
dari prestasi yang selalu dapat dipertahankan. Sifat ketergantungan tersebut
bertautan dengan hubungan antara perilaku dan kejadian yang mengikuti perilaku
tersebut. Teori pengukuhan ini terdiri dari dua jenis, yaitu :
- Pengukuhan Positif (Positive Reinforcement), yaitu bertambahnya frekuensi perilaku, terjadi jika pengukuh positif diterapkan secara bersyarat.
- Pengukuhan Negatif (Negative Reinforcement), yaitu bertambahnya frekuensi perilaku, terjadi jika pengukuhan negatif dihilangkan secara bersyarat.
Jadi prinsip pengukuhan selalu berhubungan dengan
bertambahnya frekuensi dan tanggapan, apabila diikuti oleh stimulus yang
bersyarat. Demikian juga prinsip hukuman (Punishment) selalu
berhubungan dengan berkurangnya frekuensi tanggapan, apabila tanggapan (response)
itu diikuti oleh rangsangan yang bersyarat. Contoh : pengukuhan yang relatif
malar adalah mendapatkan pujian setelah seseorang memproduksi tiap-tiap unit
atau setiap hari disambut dengan hangat oleh mamajer.
Prev: SOICHIRO HONDA"Orang
melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99%
kegagalan saya"
Next: Wortel,
Telur atau Kopi?
Semua itu tergantung Pilihan¹Dan Niat Masing Masing»¥c

0 komentar :
Posting Komentar